banner 728x250
Horror  

Cerita Horor Misteri 15 Bersaudara (Kisah Nyata) PART 3

Horor

Sore harinya kami semua sampai dirumah ibu. Ibu dan bapak bingung melihat kami datang bersamaan, mereka bertanya kenapa kami bisa datang tiba2, mengingat ini bukan hari besar atau hari libur.
.
Lalu dengan hati hati, kakak tertuaku, Budi, menjelaskan..

“Bu, ibu tenang dulu ya..kami pulang membawa berita besar..”

banner 336x280

“Ada apa nak…”, tanya ibu yg tampak mulai cemas.

Family Horor“Ada dua wanita kembar yang sekarang ada di Swedia, Swedia itu di luar negeri bu, sangat jauh dari Indonesia, dan sejak melihat foto mereka, kami yakin itu adalah saudara kembar kami bu.., anak anak ibu..”

Ibu yang mendengar kata2 mas Budi lagsung lemas, seketika dia ambruk ke tanah, kami semua menangis haru. Bahkan bapakku seorang yg kami kenal sebagai pribadi yg keraspun ikut menangis saat mendengar kabar itu.

Diboponglah tubuh ibuku yang mulai terlihat renta oleh kakak kakak laki-lakiku kekamar, sementara mbak mbakku membantu menyadarkan ibu dengan mengambil minum dan minyak angin..

Ibu tersadar dengan kondisi badan yg masih lemah dan airmata yg terus mengalir dari mata, turun ke pipinya.. lalu dengan suara pelan dia berkata..

“Temukan mereka nak, bawa mereka pulang, mumpung ibu masih hidup, ibu ingin bertemu mereka… Mereka menepati janji dan sumpah ibu untuk mencari di dunia ataupun diakhirat, sekarang sumpahku terbukti nak..” Pesan ibu sambil terus menangis.

Perkataan ibu itu seperti perintah bagi kami, lalu aku dan saudara2ku memutuskan untuk menghubungi nomor telepon yg ada di postingan grub fb yg aku temukan tadi..

Dengan hati-hati, aku menelponnya, diseberang sana seorang laki-laki mengangkat panggilanku. Akupun mengucapkan salam lalu mengutarakan maksud dan tujuanku menelponnya..

Singkat cerita, laki-laki ditelepon itu ternyata seorang anggota DPRD Semarang, sebut saja “pak Andi” yg kebetulan mempunyai teman yg tinggal di Swedia. Saat itu, postingan saudara kembarku di Swedia ternyata sedang hangat2nya dibicarakan di KBRI Swedia.

Oleh kedua orang tua angkatnya masing2 di Swedia, si kembar diberi nama Lina dan Elin. Padahal nama lahir mereka pemberian bapak dan ibuku adalah Kasanah dan Hidayah…

Baca juga:  Cerita Horor Misteri 15 Bersaudara (Kisah Nyata) (POV NARASUMBER) PART 4

 

.
Dari pak Andi juga kami tau, saat itu postingan saudara kembarku di Swedia ternyata sedang hangat2’nya dibicarakan di KBRI sana. Karena tertarik dengan ceritanya, teman pak Andi yg berada di Swedia meminta tolong kepada pak Andi untuk mencari orangtua kandung Kembar Swedia yang berada di Semarang ini. Pak Andi juga bercerita, dia sempat mencari keluarga kami di Semarang tempat tinggal kami yg lama, tapi dia tidak menemukan kami pastinya, karena kami sering berpindah tempat tinggal, lalu dia berinisiatif untuk mengunggah pencarian lewat fb, berharap ada orang yg mengenali keduanya.

Oleh orgtua angkatnya di Swedia, kembar diberi nama Lina dan Elin. Padahal nama lahir mereka pemberian bapak dan ibuku adalah Kasanah dan Hidayah. Kami tidak mempedulikan nama mereka lagi, yg terpenting saat itu, kami hanya ingin segera bertemu dengan mereka..

Ternyata, data adopsi yg dimiliki kembar saat itu sangat minim, hanya ada alamat yg tidak jelas dan nama oragtua kandungnya saja, yaitu Radjiman dan Winih Maryati..

Dari situ, pak Andi jadi sering menghubungi kami, dan berjanji akan membantu mempertemukan kami kembali. Hingga dia mengatur jadwal untuk datang kerumah ibu seminggu kemudian.

Kami semua merasa sangat terbantu dengan adanya pak Andi, seminggu kemudian dia benar2 datang kerumah ibu bersama beberapa wartawan dari Semarang. Aku dan semua kakak2’ku sengaja pulang untuk ikut menemui pak Andi, karena bagi kami ini adalah hari terpenting dalam hidup kami.

Dari penjelasan pak Andi, Lina dan Elin diadopsi dua keluarga berbeda, tapi sama sama berada di Swedia,(padahal dua keluarga ini tidak saling kenal, mungkin inilah yg dinamakan kuasa Illahi). Di tahun 1983 satu keluarga dari swedia mengadopsi Lina terlebih dulu di salah satu panti di Jakarta, lalu beberapa minggu kemudian satu keluarga lagi datang mengadopsi Elin. Ini benar2 kebetulan yg hanya Allah yg tau arti dan tujuannya.

Baca juga:  Oleh Oleh Gaib Pendaki Spiritual Gunung Lawu

Dihari itu, kami mulai mendengar cerita pak Andi.

Lina dan Elin tumbuh dilingkungan dan keluarga yg baik, mereka sangat beruntung, orgtua angkat mereka terbilang cukup mampu, sehingga untuk masalah ekonomi dan pendidikan untuk mereka tak perlu dikhawatirkan lagi.

.
.
Rumah mereka ternyata hanya berjarak sekitar 40km saja. Ketika sudah dewasa, mereka memiliki keinginan untuk mencari siapa orgtua biologis mreka.

Elin, mulai penasaran dan bertanya kepada orangtua angkatnya, dari data adopsi tertulis mereka dari Indonesia, dan mendengar cerita dari orgtua angkatnya pula, dulu petugas panti menjelaskan bahwa Elin punya kembaran, yang sudah lebih dulu diadopsi oleh satu keluarga lain yg juga dari Swedia..

Karena rasa ingin tau Elin, dia menggunakan sosmed untuk mencari kembarannya terlebih dulu, dia memosting cerita hidupnya di sosmed, beberapa orang mulai trtarik dengan ceritanya dan seminggu kemudian, seorang wanita bernama Lina merespon tulisannya..

“Hi,,saya juga dari Indonesia, oragtua kandung saya Radjiman dan Winih Maryati. Apakah ini suatu kebetulan, atau memang kita mencari orang yang sama?”, tulis Lina di kolom koment postingan Elin.

Elin yg melihat respon Lina lalu berusaha menghubungi Lina melalui fb. Dan singkat cerita, diajaklah Lina bertemu disuatu tempat, mengingat jarak rumah mereka tidak terlalu jauh..

Hari yg ditunggu Lina dan Elin tiba, hari ini mereka akan bertemu disebuah caffe di Swedia, Elin datang lebih dulu, sebentar kemudian dia melihat gadis sebayanya yg juga berkulit sawo matang dan berambut hitam berjalan kearahnya. Dia berpikir “mungkin ini yg namanya Lina”, lalu dia melambaikan tangannya, dan teryta benar, dia adalah Lina.

Awalnya mereka terlihat canggung, tapi lama kelamaan mereka membuka pembicaraan, mulai dari perawakan yg hampir mirip, hari lahir yang sama, nama orgtua dan daerah asal yg sama, hingga akhirnya mereka membuka data adopsi masing2..(mereka memang sudah sepakat membawanya dari rumah)

Baca juga:  Pertemuan dengan Shinta sosok Kuntilanak Sumatera Barat PART 2

Dari pertemuan itu, mereka meyakini mereka adalah saudara kembar, Lina dan Elin sangat senang karena bisa menemukan satu sama lain,tapi untuk lebih meyakinkan mereka, akhirnya mereka sepakat untuk test DNA.

Berita Lina dan Elin seketika gempar di Swedia tahun 2013 awal. Media cetak dan elektronik beramai ramai mendatangi mereka sekedar ingin mencari informasi tentang keduanya.

.
.
Lalu, 2 minggu kemudian hasil test DNA keluar, dan hasilnya 99,87 % mereka dinyatakan bersaudara, bahkan kembar tapi tidak identik. Tangis mereka pecah seketika, setelah hampir 30 tahun mereka hidup tanpa mengetahui asal usul dan jati diri mereka, yang mereka tau hanya mereka berasal dari negeri yang sangat jauh, pernah mereka berpikir kenapa orangtua mereka tega “membuang” mereka jauh dari negara asalnya, kenapa tidak ada upaya keluarganya untuk mencari mereka selama hampir 30 th ini. Tapi sekarang bukan hal itu lagi yang ada di kepala mereka, saat ini hanya rasa syukur yang besar karena ternyata suatu keajaiban terjadi kepada mereka, akhirnya mereka saling menemukan satu sama lain.

Setelah hasil test DNA keluar, hubungan Lina dan Elin semakin akrab, meski mereka baru saja bertemu, tapi tak ada lagi rasa canggung diantara mereka. Hingga suatu hari dipertemuan yg kesekian kalinya, Elin berkata kepada Lina..

“Ayo kita cari orangtua kandung kita di Indonesia..”

Kami tidak bisa menggambarkan perasaan kami saat itu. Bahkan setelah pak Andi berpamitan pulang, kami masih dirumah ibu dengan perasaan yang sangat senang, karena setelah hampir 30 tahun akhirnya kami dapat mendengar kabar mereka..

Ibu yang tadinya syok dan lemas, sekarang membaik dan terlihat lebih antusias daripada kami, tak dapat kami bayangkan bagaimana bahagianya ibu kala itu.

 

NEXT    1   2   3   4   5   6

 

banner 468x60
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »