banner 728x250
Hype  

Pengalaman Horor KKN di Rumah Kosong Klaten

Rumah Kosong Berhantu

KKN merupakan salah satu kegiatan yang banyak memberikan kenangan ketika Kuliah, namun bagaimana jika KKN dirumah yang sudah kosong selama 20 tahunan? bayangan untuk menikmati masa mengabdi pada masyarakat ketika KKN malah justru berubah jadi pengalaman seram dan mengerikan.

 

banner 336x280

“Jadi sewaktu Zul membetulkan pembatas bambu itu, ada simbah-simbah yang waktu itu pernah aku lihat saat awal kkn dulu. Hari berikutnya aku makin kepo banget dengan rumah yang aku tempatin itu, akan tetapi aku belum mencoba untuk mencari tau, Pikirku “yah kunikmatin ajalah dulu”.

Malamnya temenku yang cowok pada nekat tidur dikamar yang sudah dilarang untuk dipakai itu, dan kejadian anehpun terjadi di malam selanjutnya..”

Halo lur, pada cerita kali ini saya mau membagikan salah satu pengalaman horor dari salah satu temanku, sebut saja namanya siwi. Cerita ini merupakan pengalaman nyata ketika dia sedang menjalankan KKN disalah satu desa di Klaten.

Perkenalkan sebut saja namaku sembul, aku dulu kuliah di salah satu kampus swasta di daerah istimewa yogyakarta. Pengalaman ini aku alami ketika menjalani kkn di salah satu desa di daerah klaten, untuk nama desa dan nama orang disini akan saya samarkan ya.

Sebelumnya saya disini tidak mempunyai niatan untuk menakuti teman-teman semuanya yang kuharapkan dari kisahku ini kalian bisa mengambil hikmah serta manfaat dari pengalamanku ini.

Pada tangal 27 juli tahun 2019, universitasku mengadakan pembekalan untuk kkn di desa Y. Setelah selesai dari acara itu, kita langsung melakukan survei lapangan ke desa tersebut. Jarak dari universitas sampai ke desa Y dibilang agak lumayan jauh.

Untuk menempuh perjaannya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Sesampainya kita di desa Y, kita langsung menuju ke rumah pak Rt, dikarenakan rumah yang akan menjadi posko kami selama kkn tidaklah jauh dari rumah pak Rt.

Setelah tiba disana, kami langsung diajak ke rumah yang akan kami tinggali sebagai posko kkn. Untuk tampilan rumahnya sih memang terlihat agak lumayan horor, namun saat itu aku tidak berpikir yang aneh-aneh.

Pak Rt pun menceritakan mengapa rumah ini yang akan kami tempati, katanya rumah yang akan kami tempati ini ditinggal pemiliknya keluar kota karena ada perkejaan mendesak katanya, selama 2 bulan kedepan.

Untuk gambaran singkat rumahnya kurang lebih seperti ini, kondisi rumahnya masih tergolong bagus, terdapat 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur serta aula. Nah akan tetapi anehnya 2 kamar tidur itu tidak boleh ditempati maupun dimasuki.

Tidak lama setelah kejadian itu, aku diajak temanku keluar sebentar dan diapun bertanya “kamu merasa aneh ngak?”, “Iya, dan agak merinding juga” jawabku. Setelah itu temenku ini, panggil saja dia Zul.

Aku diminta untuk tidak menceritakan ke teman yang lain, kalau aku merasakan hal yang aneh. “hanya kita berdua saja yang tau” ucap Zul.

Dan KKN pun dimulai.

Hari pertaman KKN yang cowok dan cewek berantem karena berebut kamar untuk tidur, yah wajar saja karena ada 2 kamar dan aula yang tidak boleh ditempati, karena hanya diperbolehkan memakai 2 ruangan saja, yaitu ruangan tamu dan ruangan diampit oleh aula dan 2 kamar kosong itu.

Akhirnya yang cewek tidur di ruangan tamu dan yang cowok tidur di ruangan samping aula. Pada awalnya sih tidak terasa begitu horor, akan tetapi perasaan sudah mulai beda.

Nah seiring berjalannya waktu KKN, mulai banyak kegiatan seperti rapat dengan karang taruna, rapat dengan warga dan lain sebagainnya.Karena antar dusun begitu akur jadi kita bikin acara terpisah.

Nah waktu itu ketika yang cewek-cewek sedang makan di angkringan yang letaknya dibelakang posko KKN. Kita makan dibawah pohon mangga dan duduk di kursi panjang atau biasanya disebut lincak dalam bahasa jawa.

Pada awalnya aku udah ngak mau makan disitu, karena emang katanya si Zul aku tidak diperbolehkan keluar makan pada malam itu. Tapi karena aku merasa kasihan dengan teman yang lain, akhirnya aku memutuskan untuk ikut makan keluar pada malam itu.

Saat minuman datang, aku mulai merasa merinding. Tiba-tiba jatuhlah daun mangga diatasku dan lama-lama ada yang bisik-bisikin ditelinga. Sejauh itu aku masih mencoba tenang, dan ngak lama setelah itu tercium aroma semerbak bunga.

Aku menanyakan pada temanku apakah mereka mencium wangi bunga atau tidak, akan tetapi anehnya mereka dengan kompak menjawab tidak.

Setelah itu aku langsung menelpon zul untuk segera menjemputku juga pada saat itu. Sesampainya di posko KKN, zul bertanya padaku “ada apa?” tapi aku disana menjawab “gak ada apa-apa kok”.

Akan tetapi si zul ternyata sudah tau dengan apa yang kualami barusan ketika di angringan, dan akhirnya aku menceritakanlah kejadian yang kualami ketika di angkringan.

“kamu itu sensitif, makanya kalau disuruh dirumah aja itu nurut” ucap zul.

Hari-hari selanjutnya aku makin parno, kalau duduk sendiri harus ada teman yang menemani. Nah waktu itu ketika sekitar jam 10 malam, aku dibangunkan temenku, panggil saja dia tiara, untuk menemani bikin mie, padahal dapurnya itu serem banget.

Waktu dia bikin mie, aku bikinlah kopi. Eh ngak lama, pas dia menyalakan kompor tiba-tiba lampu di dapur lama-lama redup dan akhirnya mati. Gara-gara itu ngak jadi bikin mie.

Keesokan paginya aku dan tiara kita kepo lah, kita mencoba menghidupkan lampu dapur yang semalam tiba-tiba mati. Nah disini mulai muncul keanehan, bagaimana tidak, lampu yang semalam tiba-tiba mati ternyata pas kita nyalakan ternyata nyala terang banget.

Nah terus malamnya aku mengajak zul keluar sekalian rapat di kecamatan. Waktu pulangnya mampirlah di angkringan sekalian menceritakan kejadian aneh yang dialami selama di posko. Karena kalau cerita di posko, takutnya nanti teman-teman yang lain ikutan jadi takut.

Saat itu aku menceritakan kejadian aneh sewaktu bikin mie dengan tiara. Dan si zul juga menceritakan kalau semalam dia tidur cepat katanya semalam dia melihat ada simbah-simbah duduk di teras sendirian.

Tidak lama, tiba-tiba ada yang melempar batu disertai angin yang kencan banget, padahal awalnya ngak ada apa-apa. Akhirnya si zul mengajakku pulang ke posko, dan disaat perjalanan pulang menuju posko dia ngomong,

“besok kalau mau cerita-cerita jangan malam hari, mending siang aja. Soalnya ada yang ngikutin kita”

Ngomong-ngomong, lampu yang ada didapur itu memang sedikit aneh, kalau waktu malam mati sedangkan untuk waktu siang normal-normal aja. Padahal sudah diganti selama 3 kali harusnya sih ngak ada masalah dong.

Beberapa hari kemudian, ada acara rapat dusun dan pada hari itu juga bertepatan dengan waktu mengirimkan data ke DPL. Mau tidak mau harus ada yang ditinggal di posko untuk menyelesaikan tugas itu. Yang pada akhirnya aku dan temanku (panggil saja dea) yang mengerjakan tugas itu.

Pada malam itu terasa tidak seperti biasanya, biasanya disekitar poskon kami ramai lalu lalang orang. Entah mengapa malam itu terasa aneh, namun kami tetap stay walaupun lama-lama merinding juga.

Tidak lama setelah itu, dea memutar sholawatan, dan tiba-tiba ngajak ke dapur untuk mengambil minum. Saat itu aku bilang,

“nanti aja ya, sekalian nunggu teman-teman yang lain balik dulu”

Tiba-tiba pak Rt lewat dari jalan samping posko, beliau menyapa kami dan sekaligus bertanya,

“kok cuma berdua aja mbak?”

Terus dijawablah sama dea,

“eh iya pak, kita sedang menyelesaikan tugas”

Tanpa berhenti dan mampir singgah, pak Rt langsung pergi begitu saja setelah menyapa kami malam itu. Akupun langsung ngomong ke dea,

“kok tumben pak Rt ngak mampir ya?”

Terus aku berpikir, mungkin karena di posko tidak ada anak cowok, makanya pak Rt langusng pergi begitu saja tanpa mampir dulu.

Tak berselang lama, pak Rt mengirimkan foto ke Hp dea dan betapa terkejutnya kami berdua, ternyaa dibelakang kami duduk waktu itu ada semacam kepulan asap dan pada saat itu tidak ada yang sedang bakar sampah ataupun merokok.

Setelah melihat kejanggalan itu, aku dan Dea Cuma membaca ayat kursi sembari menunggu teman pada balik ke posko. Tak berselang lama, temanku sudah pada baliklah ke posko dan pada saat itu juga mereka disuruh si Zul untuk duduk di sampingku,

setelah itu kepulan asap yang tadinya samar malah menjadi lebih jelas lagi. Setelah melihat kejanggalan itu, si zul segera memberitahu teman-temen yang cowo dan menyuruh anak perempuan untuk segera masuk ke kamar dan tidur.

 

NEXT         1       2

banner 468x60
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »