banner 728x250

Pertemuan dengan Shinta sosok Kuntilanak Sumatera Barat PART 1

Kuntilanak Cantik Sumatra Barat

 

Saat itu masih siang hari,berkisar pukul 2 siang, kami kembali menjelajahi hutan. Tak sperti sblmnya,kali ini kami lebih cepat sampai ke tujuan kami yaitu titik pencarian. Selain cuaca cerah yang mendukung, kamipun kini sudah terbiasa dengan medan2 terjal di hutan ini, ditambah lagi jumlah kami yang hanya bertiga, membuat langkah kami lebih cepat. Sebenarnya dalam perjalanan kami pun bertemu tim lain skitar 10an orang yang memang mereka ditugaskan sama sperti kami.
.
.
Salah seorang dari tim yang kami temui itu adalah anggota TNI. Ia bertanya kepda kami
.
“dimana rombongan kalian?kenapa hanya bertiga?”
.
rekan saya bon menjawab.”yang lain tampaknya masih kelelahan”.
.
saya pun memotong pembicaraan.”kami hanya mengambil barang kami yang tertinggal diatas pak”.
.
Anggota TNI itu lantas menawarkan bantuan “perlu kami temani??”tawarnya.
.
“Gak usah pak, kami hanya ambil barang yang tertinggal saja,kami lansung kembali setelah itu pak” ujar saya mencoba menyakinkanya.
.
.
“oh begitu, yasudah kami juga mau ke post kami,kami baru mau keluar sejak kemarin pagi.. dan ingat, kalian harus hati2! jgn sampai malam tiba disini.yang jelas sblm hari gelap segera kalian kembali.”pak samsir berikan penjelasan.
“iya pak terima kasih”jawab saya singkat tanpa jujur tujuan saya lebih dari itu.
.
.
Setelah bbrapa percakapan dengan pak samsir, kami melanjutkan perjalanan.
Jarak dari pos kami ke tempat perkemahan tak tau berapa KM, yang jelas awalnya saat ber20 orang kami sampai pertama kali kisaran 8-9 jam perjalanan,itu pun karna hujan,kali ini kurang dari 5 jam kami sampai ketempat perkemahan yang sama. Saat itu masih sore skitar jam 4/5 suasana juga masih terang karna kami diatas bukit ditempat terbuka,matahari masih terlihat.
.
.
Langsung kami persiapkan tenda,kali ini kami bawa tenda kecil bermuatan kemungkinan 5 orang, saya dan dayat menyipakan tenda dan bon sibuk mencari alat2 penerangan,(kami tak buat api unggun jdi bawa lampu LED yang cukup besar) tak lupa juga saya meminta izin “penunggu hutan” untuk singgah kembali…
.
Selang beberapa waktu kemudian, mentari mulai terbenam, dan kami hanya bersiap menunggu waktu malam tiba.. dengan segala kemungkinannya…
.
.

banner 336x280

Selama itu kami habiskan waktu untuk mengobrol hingga waktu mungkin skitar pukul 8/9 malam…saat itu tiba tiba badan saya serasa sakit smuanya,saya tak bisa bergerak karna memang benar2 sakit.
.
Dayat memeriksa kondisi saya,karna dayat memang lulusan akper dulunya, dan dia mendapati punggung saya biru kehitaman seperti habis ditimpa benda tumpul yang besar. Akibat perlengkapan kesehatan yang kami bawa terbatas, punggung saya akhirnya hanya diolesi minyak angin. Saya hanya terbaring malam itu dengan kesakitan, sampai mendekati waktu tengah malam,saya bisa tidur walau tak lama.
.
.
Suasana kembali sunyi, seakan tidak ada tanda2 kehidupan. Hening yang mencekam. Sementara bon dan dayat di luar tenda, saya masih terbaring di dalam tenda, tiba tiba bon dan dayat masuk dan mengampiri saya..
.
“tori, saya melihat sekilas bayangan hitam besar di pepohonan..”dayat menjelaskan.
.
“nggak apa yat, kita udah ijin dan kita tak menggangu kok. Saya percaya selama kita mengingat Allah tak akan terjadi apa apa,”bon coba menenangkan. Diantara kami bertiga memang bon yang kuat agamanya,tapi tetap saja nyalinya tempe jika berhubungan dengan mistis..
.
.
sesaat kami bercakap2 didalam tenda,mendadak bau wangi tercium oleh kami.. tapi lebih halus dibandingkan malam itu.. Saya hanya berfikir mungkin ini Shinta.. dayat kemudian membuka tenda sambil menenteng senapan laras panjangnya, bersiaga.
Namun blm sempat seluruh badannya berada diluar tenda, dayat masuk kembali dan duduk di ujung tenda, dan diikuti oleh bon..
.
.
Ada apa yat? Tanya saya. Lalu Dayat berbisik kepada kami.. “diluar ada 6 bayangan putih berdiri agak jauh dari tenda…”dayat menjelaskan.
.
.
Mendengar itu, bon mulai berdzikir lirih sambil menutup matanya dan semakin lama ia semakin mengeraskan bacaan dzikirnya, tanda ia benar2 ketakutan..
.
saat itu saya mencoba untuk bangun di bantu dayat.. dan disaat itu saya sadar, tepat di depan tenda.. ada suara wanita menirukan ayat2 yang bon bacakan.. suara itu mengimbangi dan membayang2i lantunan ayat suci yang bon bacakan. Bon yang akhirnya sadar ada yang mengikuti bacaannya seketika berhenti.. .
.
Hening.. .
.
.
“..Assalamualaikum…” Ujar suara wanita itu.
.

Baca juga:  Cerita Horor Misteri 15 Bersaudara (Kisah Nyata) PART 3

.
“…assalamualaikum…”suara wanita yang memberi salam dari arah luar tenda, kami serentak menjawabnya “walaikum salam..”
.
kemudian dengan susah payah saya berdiri dan keluar tenda.
Yang saya lihat saat itu bukan sperti yang dayat jelaskan sebelumnya, tampak jelas 6 wanita dengan pakain putih bersih dengan mahkota bulat yang bentuk dan ukurannya sama, jika pembaca ingin membayangkannya, bentuknya kurang lebih sperti dayang dayang jawa kuno dengan paras yang cantik,tubuh indah dan dengan senyuman yang bersahabat,tetapi tidak ada Shinta diantara mereka ber 6.
.
.
Sebelum melanjutkan cerita ini, saya harus jelaskan kondisi saya. Terutama bagi pembaca yang merasa aneh dan janggal atau bahkan mengira cerita saya mengada ngada. Saya menceritakan apa yang saya alami sepenuhnya, ada beberapa bagian yang saya potong karena faktor privasi tugas dan saya ubah kalimatnya agar mudah dipahami. Namun memang inilah yang terjadi. Saya mampu berkomunikasi dengan mereka secara jelas. Saya dapat melihat mereka dan itu dimulai di suatu momen saat saya masih kecil. Nanti akan saya ceritakan awal mulanya. Beberapa kejadian yang kami alami, hanya saya pribadi yang melihat sedangkan rekan rekan yang lain tidak melihatnya secara utuh. Lanjutan pengalaman saya akan terasa bagai dongeng buaian tidur, namun jika kalian mempercayai perjalanan ke alam ghaib atau bahkan pernah mengalaminya, pasti kalian bisa membayangkan apa yang terjadi pada saya dan bagaimana sensasinya.. Mari saya lanjutkan lagi ceritanya..
.
.
Salah seorang wanita diantara keenam wanita putih itu berbicara dengan lembut..
“kami diutus oleh putri untuk menjemput tuan,mohon ikut kami..” ia berucap dengan senyuman yang lembut..
“putri memperbolehkan kawan2 tuan untuk ikut serta,akan tetapi saya peringatkan untuk jangan sampai tergoda apa yang di lihat..”wanita itu menjelaskan.
.
Kemudian saya menjawab “tak perlu di risaukan,diantara kami bertiga, hanya saya yang mampu melihat dengan jelas,jika yang dikawatirkan tidak tergoda akan hal2 yang ada itu seperti benda2 atau pun harta,saya yakin mereka (rekan rekan saya) tidak akan.” Ucap saya yakin.
.
.

Baca juga:  6 Game Horor Buatan Indonesia yang Wajib kalian coba!

“ketika tuan dan kawan tuan singgah ke tempat kami, semua yang nanti tuan lihat juga akan dilihat oleh kawan tuan,di luar kediaman kami,kami punya aturan untuk tidak memperlihatkan wujud kami kepada manusia…”wanita itu berikan penjelasan.
.
“jika kawan tuan tidak ingin ikut kami juga tak akan memaksa,saya akan tinggalkan beberapa dari kami disini untuk menjaga kawan tuan,.lanjut wanita itu.
.
“Tapi saya tidak mampu berjalan,saya kurang vit untuk saat ini,bisakah di tunda?”jawab saya.
.
Dengan tersenyum wanita itu mendekat dan meniup punggung saya yang sketika seluruh tubuh saya ringan tak terasa sakit sama sekali seperti sebelumnya.
.
Saya tanpa mengucapkan terima kasih dengan sikap saya wanita itu segera memahami… tidak ada alasan penundaan. Saya harus ikut dengan mereka sekarang juga..
.
Kemudian saya Langsung sampaikan ke bon dan dayat, kedua rekan saya ini mengetahui bahwa saya mampu melihat dan berkomunikasi dengan mereka. Itulah kenapa ketika mereka melihat dan merasakan sesuatu, mereka selalu memberitahu saya. Sayapun coba menjelaskan apa yang disampaikan wanita tadi, mereka mendengarkan dan kemudian berfikir sejenak, tampak keraguan di wajah keduanya..
.
“saya disini saja tor..”bon berkata. sedangkan dayat memutuskan ingin ikut, menyadari dirinya akan ditinggal sendirian, bon pun berubah pikiran dan ikut juga.
.
Saat itu kami bertiga mengikuti ke 6 wanita tersebut. Selama perjalanan suasana dikiri dan kanan kami benar benar gaduh dan “penuh”.. kami berjalan ditengah para wanita itu, sementara disekeliling kami ada banyak makhluk penunggu hutan yang memperhatikan gerak gerik kami dengan wajah bengis dan marah. Namun mereka tidak menyerang. Mereka hanya berdiri dan memperhatikan kami yang terus berjalan ditengah kelam malam. Tentunya hanya saya yang menyadari ini karena saat itu bon dan dayat tak bisa merasakan sekeliling bahkan tidak mengetahui posisi 6 wanita tersebut..
.
.
Kami sampai ke suatu tempat yang ada di tengah hutan. Cukup aneh memang ada bangunan seperti ini tapi saat itu saya harus melemparkan logika saya dan mempercayai apa yang mata saya lihat.. Diepan mata saya,terlihat pintu besar berwarna kuning keemasan…
.
.

Diepan mata saya,terlihat pintu besar berwarna kuning keemasan dan ada 2 penjaga wanita berwajah garang dan berotot membawa tombak dan perisai. Pakaiannya mengingatkan pada prajurit prajurit kerajaan kuno. Saya sempat menanyakan kejadian ini pada kedua rekan saya, dan saat itu mereka bilang bahwa keduanya hanya melihat kilau cahaya saja, tidak sedetail apa yang bisa saya saksikan.
.
Kami dipersilahkan masuk kedalam pintu tersebut, dan Ketika kami memasuki gerbang…
.
“subhanallah!..”bon terkejut.
Sedangkan dayat hanya terpaku dan bersuara lirih.. “tory diman ini?”dengan penasaran namun juga tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Iya, setelah kaki kami melangkah masuk, baik saya, bon ataupun Dayat, kami bisa melihat semuanya secara jelas..
.
.
Kami melihat disekeliling kami terdapat semacam taman yang luas dan indah. Suasana disana juga malam, namun terasa sangat berbeda dengan hutan tempat kami berkemah.. cahaya kunang kunang muncul dimana mana, memberikan cahaya bahkan di sudut sudut taman tersebut dan membuatnya terang..
.
.
belum habis rasa kagum kami, tiba tiba… “Allah!! Allahuakbar!!” bon dan dayat agak berteriak serentak. Itu adalah momen kali pertama mereka bisa melihat ke 6 wanita cantik yang sedari tadi menunun jalan kami. Seketika sikap mereka berdua berubah, berlagak tenang dan sok berwibawa sambil membusungkan dada layaknya seorang yang gagah dan kuat. Cari perhatian sekali intinya.
.
.
Kemudian kami digiring ke sebuah tempat yang berada di tengah2 taman yang luas tadi. Di tempat itu ada begitu banyak wanita menggunakan pakaian sama seperti ke 6 wanita yang menjemput kami, tak satupun kami melihat yang berjenis kelamin pria. Semua wanita tadi mendekat kearah kami, tapi tak sampai bisa menyentuh kami.
.
.
“mohon kedua kawan tuan untuk menunggu disini, dan tuan ikut saya ketempat putri…” Salah satu wanita itu menjelaskan.
.
Percakapn kecil saya katakan dengan bon dan dayat, agar mereka tetap disini sementara saya menyelesaikan urusan saya. kemudian saya mengikuti wanita tersebut.
.
.
Saya kembali berjalan, kali ini hanya ditemani wanita tadi, hingga saya mendapati sebuah rumah besar dengan motif bunga.. sebuah rumah yang megah dan indah..

Baca juga:  Cerita Horor Misteri 15 Bersaudara (Kisah Nyata) PART 1

.

Saya kembali berjalan, kali ini hanya ditemani wanita tadi, hingga saya mendapati sebuah rumah besar dengan motif bunga.. sebuah rumah yang megah dan indah.. rumah tersebut berkilauan antata silver, emas, dan merah muda. Saya tidak pernah menemukan kilauan seindah itu sebelumnya..
.
Sayapun masuk ke dalam, dan didalamnya berjejer wanita wanuta di kiri dan kanan.. kali ini mereka mengenakan pakaian yang berbeda dengan si 6 wanita tadi. Wanita di dalam rumah ini mengenakan pakaian berwarna putih dan merah dan mahkota dan kalung yang lebih indah dari pada 6 wanita tdi..
.
.
Diposisi paling ujung, ada seorang wanita agak gemuk bermahkota sperti raja,dengan tampang yang serius serta tatapan yang tajam. Tidak meneduhkan seperti yang lainnya… wanita yang mengantar saya tadi menunduk dan berbicara dengan wanita bermahlota tadi sembari sesekali menunjuk saya. Namun saya tidak bisa memahami apa yang ia bicarakan..
.
Karna saya hnya ini manusia normal, dengan sedikit kekurangan bisa melihat “mereka”, dihadapan wanita begitu banyak tentu sikap saya malu2 takut.. lumrah, apalagi wajah mereka cantik. Saya sedikit menunduk awalnya, hingga saya sadar, disamping sebelah kiri wanita agak gemuk bermahkota tadi, ada wanita yang saya kenal.. iya itu Shinta. Ia tengah duduk sambil tersenyum lembut kearah saya ia mengenakan pakaian yang sama dengan saat pertama kali kami bertemu,tanpa mahkota.. ayaknya wanita biasa..
.
.
“Karena kamu berada disini, aturan yang ada disini kamu harus patuhi seluruhnya. saya adalah penguasa wilayah ini dan disamping saya ini adalh putri saya. saya tahu maksud kedatangan kamu ,dan orang orang yang kamu cari tidak ada disini melaikan berada di tempat lain. saya bisa membatu kamu, tapi sbagai balasanya.. saya minta kamu harus menikahi putri saya.. Shinta!” .

 

NEXT                           

 

banner 468x60
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »