banner 728x250

Oleh Oleh Gaib Pendaki Spiritual Gunung Lawu

Cerita Gunung Lawu

Seperti yang kita ketahui, gunung sampai saat ini masih menjadi tempat yang sakral, karena seringnya terjadi kejadian yang janggal oleh para pendaki gunung, dan kali ini ada suatu cerita oleh oleh dari pendakian gunung lawu yang diceritakan di platform twitter. Langsung saja kita nikmati ceritanya.

Kisah ini terjadi pada bulan suro tahun 2016. Waktu itu Diki dan temannya yang bernama Hanif sedang mendaki ke gunung Lawu, ketika di gunung lawu Diki bertemu dengan sosok orang dan memberinya sebuah barang misterius.

banner 336x280

Diki dan Hanif adalah teman akrab, mereka tinggal satu kost di Jogja untuk menempuh pendidikan S1 di salah satu kampus di Jogja. Diki bertempat tinggal di Nganjuk Jawa Timur, sedangkan Hanif di Solo Jawa Tengah.

Awal cerita, waktu itu kuliah sedang ada libur cukup panjang yang mengharuskan mereka berdua pulang dan tinggal di rumahnya masing-masing.

Ketika sedang sendiri di depan tenda tiba-tiba orang yang tadi meminjam korek datang lagi untuk meminjam korek lagi.

Melihat kedatangan orang itu Diki bener-bener kaget karena orang itu tiba-tiba datang dari belakang tendanya tanpa ada suara langkah kakinya.

Setelah meminjam korek api dan menyalakan rokoknya orang itu bertanya pada Diki,

“Temannya tadi kemana mas?”

“Udah tidur pak katanya udah ngantuk”, jawab Diki.

Setelah selesai bertanya orang itu pamit pergi dan berjalan ke arah belakang tenda, setelah orang itu sudah pergi Diki berfikir,

“Di belakang kan ada banyak tenda lain, kenapa pinjam koreknya kesini?”

Dan anehnya lagi, ternyata yang dibilang Hanif tadi benar, orang itu datang secara tiba-tiba tanpa suara.

Karena merasa sedikit takut Diki segera menghabiskan kopinya dan bergegas masuk kedalam tenda, ketika sudah di dalam tenda tidak lama kemudian Diki mendengar ada suara,

“srek, srek, sreek”

Terdengar seperti orang yang sedang berjalan di dekat tendanya.

Diki tidak mau berfikir aneh-aneh dia mengira mungkin itu suara pendaki lain yang memang sedang berjalan di dekat tendanya.

Baca juga:  6 Game Horor Buatan Indonesia yang Wajib kalian coba!

Tidak lama kemudian suara itu sudah tidak terdengar lagi, tapi setelah suara itu sudah tidak terdengar tiba-tiba terlihat ada bayangan orang yang sedang berjalan mengitari tendanya.

Kurang lebih 2 menit bayangan itu terus berjalan mengitari tendanya dan Diki, dia hanya berfikir itu adalah pendaki lain tapi anehnya, kalau itu orang berjalan pastinya terdengar suara langkah kakinya, tapi waktu itu tidak ada suara langkah kaki sama sekali hanya bayangan saja.

Lalu Diki memasang Headset dan mendengarkan musik dari hpnya dengan tujuan agar tidak mendengar suara aneh-aneh lagi, hingga akhirnya dia tertidur hingga pagi.

Awalnya mereka takut dengan kedatangan orang itu, tapi setelah saling mengobrol dan nyambung akhirnya mereka tidak takut lagi dan menganggap dia memang benar-benar pendaki spiritual.

Setelah cukup lama ngobrol-ngobrol orang itu bilang,

Hantu Gunung
Hantu Gunung

“Mas ada sedikit makanan gak? Kebetulan persediaan makanan saya sudah habis, mau ke warung tapi nanggung”

Hanif mengeluarkan semua makanannya dan dimakan bareng malam itu.

Ketika kurang lebih jam 12 malam orang itu pamit pergi sebentar dan meninggalkan tendanya disitu tapi, setelah lama kemudian orang itu tidak juga kembali ke tendanya, karena hari sudah larut malam mereka berdua masuk kedalam tenda untuk tidur.

Pagi pun tiba, dan pagi itu mereka tidak melihat pendaki spiritual itu di tenda, tendanya terlihat terbuka tapi tidak ada orangnya, mereka berfikir kalau orang itu mungkin sedang melakukan kegiatannya sebagai pendaki spiritual.

Karena pagi itu akan summit mereka menutup tenda pendaki spiritual itu dan meninggalkannya bersama tendanya disitu.

Mereka berdua kemudian berjalan ke puncak, setelah sampai di puncak mereka melampiaskan kesenangannya dan berfoto-foto.

Setelah puas di puncak mereka kembali turun dan kembali ke tenda, sesampai mereka di tenda ternyata tenda pendaki spiritual tadi sudah tidak ada, mereka berfikir kalau orang itu mungkin sudah turun.

Baca juga:  Cerita Horor KKN Desa Penari, Inilah Cerita Lengkapnya. POV Nur

Diki membuka tendanya untuk mengambil peralatan masaknya, ketika tenda sudah dibuka dia terkejut karena di dalam tendanya itu banyak sekali makanan, ada nasi kuning, tumpeng, dll.

Melihat itu Diki bilang pada Hanif,

“Nif, coba lihat kesini!”.

“Ada apa Dik?”.

Diki menunjuk kedalam tenda kearah makanan itu.

Hanif bergegas melihat ke arah yang ditunjuk Diki, mengetahui kalau didalam tendanya itu banyak makanan Hanif kaget, dia bilang,

“Loh, kok bisa banyak makanan?”

Mereka hanya terdiam dan saling menatap.

Diki mengiyakan kata-kata orang itu dan memasukan koper kedalam bagasi seperda motornya, karena kebetulan bagasi motornya Diki cukup luas sehingga cukup untuk menampung koper itu.

Setelah koper itu dimasukan Diki pamit untuk pulang, di perjalanan di dalam otaknya Diki penuh dengan tanda tanya,

“Apa isi koper itu dan kenapa koper itu tidak boleh dibuka sebelum sampai rumah?”

Dia juga berfikir, kok ada orang se-kaya itu?

Sekitar menempuh perjalanan 6km meninggalkan rumah tersebut Diki melihat ada sebuah warung kopi dan dia memutuskan untuk mampir ngopi dulu di warung itu agar tidak ngantuk di perjalanan.

Di warung itu ada beberapa orang bapak-bapak yang juga sedang ngopi, melihat Diki dengan penampilan mendaki salah satu bapak-bapak itu bertanya,

“Habis muncak kemana Mas?”

“Habis dari lawu pak”, jawab Diki.

“Sendirian? ga ada temennya?”, tanya bapak itu lagi.

“Ada tadi tapi udah pisah soalnya rumahnya gak satu jalan tapi ada satu lagi rumahnya deket situ tadi”

Karena masih merasa penasaran dengan rumah megah tadi Diki bertanya pada salah satu bapak-bapak yang ada di warung itu,

“Pak, kok ada ya orang kaya banget di situ tadi?”

“Dimana mas?”, tanya bapak itu.

“Dissana tadi gak jauh dari sini kok pak, rumahnya gede banget kayak istana”, jawab Diki sambil menunjuk kearah rumah yang dilihatnya tdi.

Baca juga:  Cerita Horor Desa Terpencil : Gending Alas Mayit

Mendengar perkataan Diki bapak itu terlihat heran, kemudian beliau berkata,

“Mas, di deket sini ga ada rumah besar, sampeyan salah lihat mungkin?”

Diki tetap berusaha meyakinkan pada bapak itu,

“Enggak pak beneran, tadi dia pulang Lawu bareng saya kok”

Bapak itu semakin heran dengan perkata’an Diki,

“Ah sampeyan ini bisa aja mas, didekat dini gak ada rumah gede, disana itu hutan”

Tapi rasa penasaran tidak mengurungkan niat Diki untuk membuka koper itu, dia membuka bagasi motornya dan membuka koper itu di dalam bagasi.

Tau nggak apa isi dari koper itu?

Ternyata isi koper itu adalah daun nangka yang sudah kering.

Melihat isi koper itu Diki syok, dia duduk di dekat motornya dan menghisap sebatang rokok.

Sambil menghisap rokok dia berfikir, “Mungkin kata orang yang tadi di warung itu benar, tapi tadi jelas2 aku melihat rumah itu jadi gak mungkin aku salah lihat”

Diki semakin penasaran dengan semua ini, setelah rokok yang dihisapnya sudah habis dia putar balik kearah rumah pendaki spiritual tadi untuk memastikan.

Sesampai dijalan yang terdapat gang masuk tadi Diki tidak melihat ada gang itu lagi, disitu hanya ada hutan dan jalan setapak menuju kedalam hutan.

Melihat kejanggalan itu dia cepat-cepat pergi dari tempat itu karena takut. Ternyata rumah sebesar istana yang tadi dilihatnya tadi adalah rumah gaib, dan orang yang tadi menumpangnya dari gunung Lawu itu adalah makhluk halus atau jin yang memang menjelma menjadi manusia.

Untung saja itu jin baik sehingga dia tidak mencelakai Diki sama sekali. Dan andaikan waktu itu Diki membuka koper itu dirumah mungkin isi koper itu bukanlah daun.

END

Artikel Lain tentang Gunung Lawu mampir disini.

banner 468x60
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »