banner 728x250
Opini  

Fenomena Akun Kampus Cantik Serta Fakta gelap yang Tersembunyi

Fenomena Akun Kampus Cantik

Unnes Cantik, UPH Cantik, UGM Cantik, UI Cantik Id, Unpad Geulis—semua itu adalah akun – akun kampus cantik yang “mengobral” penampilan mahasiswinya. Sekilas memang terlihat seperti akun resmi kampus dan menjadi patokan standar kecantikan. Tapi, benarkah semuanya baik-baik saja?

banner 336x280

Dahulu sekali, sahabat saya mempunyai kegemaran membuka akun Instagram yang isinya foto-foto perempuan cantik dan menarik. Saya pun baru mengetahui bahwa ternyata ada akun yang berisi segudang foto perempuan cantik dari berbagai jurusan dalam suatu akun dengan embel embel “Cantik”.

Usut punya usut, akun ini adalah akun yang mengatasnamakan almamaternya, diikuti kata ‘cantik’. Terus, isinya apa? Ya tentu saja mahasiswi-mahasiswi sekampusnya yang dikategorikan ‘cantik’, sangat lengkap dengan nama akun Instagramnya dan asal jurusannya!

Awal mulanya, saya tidak terlalu ambil pusing, namun lama lama menjadi penasaran, karena admin akun “Cantik” tersebut sangat aktif dalam mengupdate foto mahasiswi cantik di kampusnya. Dan ternyata sangat banyak sekali orang yang memberikan like pada akun “Cantik” tersebut, yang menandakan bahwa sebenarnya banyak yang menantikan update terbaru dari foto mahasiswi cantik di dalam kampus tersebut.

Saya pun akhirnya mulai mengikuti setiap update yang dilakukan admin akun “Cantik” tersebut untuk sekedar mengikuti perkembangan, kira kira sudah seperti apa situasi di dalam kampus tersebut (padahal mumbazir kalo dilewatkan).

Dan benar saja dengan adanya Akun “Cantik” tersebut, menyebabkan perempuan yang ada disekitar kita sukses tak terlihat, gara-gara foto mbak-mbak dari Fakultas Ekonomi yang bahkan namanya saja kami nggak tahu itu.

Tapi ujung-ujungnya, saya malah jadi sedikit mumet memikirkan kenapa harus kecantikan para mahasiswi yang disoroti. Maksud saya, mbak-mbak ini pasti jauh lebih hebat daripada sekadar dipuja karena cantik.

Sayangnya, akun-akun kampus cantik ini memang berhenti di kata ‘cantik’ saja. Titik. Tidak lebih. Malah, akhirnya saya tahu bahwa akun semacam ini sudah menjamur: UGM Cantik, UI Cantik, UNY Cantik, Unpad Geulis, dan lain sebagainya. Hedeh!

Bertahun-tahun kemudian, kawan (kelewat) dekat saya entah apa kabarnya. Sebaliknya, topik seputar UI Cantik kini sedang ramai dibicarakan.

Pada suatu hari ada seorang mahasiswi UI menuliskan pernyataan di Twitter yang segera menjadi viral. Dalam keterangan lengkapnya, ia menekankan keberatannya mengetahui fotonya di-post dua kali di akun UI Cantik tanpa izin apa pun dari dirinya. Keadaan ini mendorong lebih banyak orang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik akun kampus cantik semacam itu.

Hal ini bukan hal yang baru, sebenarnya. Sejak pertama kali UI Cantik dan UGM Cantik—sebagai pelopor akun cantik-cantikan di kalangan mahasiswa—mulai berdiri di Instagram, respons serupa kerap kali muncul. Meski akun ini menawarkan foto-foto mahasiswi yang memang menarik untuk kita tiru dari segi fashion  dan hairstyle-nya—biar bervariasi gitu— namun nyatanya ada fakta gelap yang sering terabaikan.

Tulisan pernyataan seorang mahasiswi UI di Twitter tersebut segera menjadi viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam keterangan lengkapnya, ia menekankan keberatannya mengetahui fotonya di-post dua kali di akun UI Cantik tanpa izin apa pun dari dirinya. Keadaan ini menyebabkan lebih banyak orang untuk mengetahui dan sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi di balik akun kampus cantik semacam itu.

Hal ini bukan hal yang baru, sebenarnya. Sejak pertama kali UI Cantik dan UGM Cantik sebagai pelopor akun cantik-cantikan di kalangan mahasiswi mulai berdiri di Instagram, respons serupa kerap kali muncul dan semakin menjamur dengan munculnya akun akun cantik baru dari kampus yang berbeda. Walaupun secara umum akun ini menawarkan foto-foto mahasiswi yang memang menarik untuk kita tiru dari segi fashion  dan hairstyle nya up to date dengan perkembangan jaman nyatanya ada fakta gelap yang sering terabaikan.

 

Pertama 

Sebenarnya mahasiswi dengan kriteria seperti apa, yang fotonya bisa masuk ke sana? Mahasiswi yang cantik, yang geulis dari segi paras gitu? Kalau memang benar demikian, kriteria cantiknya itu dalam segi apa? Cantik menurut siapa??? Menurut bapak atau ibu pemilik admin akun “Cantik”???

Padahal kita tau sendiri, setiap orang itu memiliki bentuk badan serta struktur wajah yang unik, yang menyebabkan setiap orang pasti cantik.

Coba sekarang kalian para perempuan berdiri dan tanya ke bapak atau ibu kalian: “Aku cantik nggak?” Saya rasa, kita semua akan mendapat jawaban, “Iya,” yang mantap dan penuh keyakinan.

Lantas, kenapa tidak semua orang bisa masuk ke akun UI Cantik dan akun akun Cantik semacamnya itu???

Pernah ada seorang mahasiswi Unpad buka suara terhadap akun cantik-cantikan semacam ini. Ia menjelaskan akun kampus cantik itu hanya berisi penilaian subjektif dari pengelola akun itu sendiri. Kebanyakan, mahasiswi yang fotonya dipajang adalah mereka yang memiliki badan langsing dan berkulit putih. Secara tidak langsung, akun semacam Unpad Geulis, misalnya, justru memunculkan standar kecantikan tersendiri bagi perempuan-perempuan yang sedang mengejar gelar di kampus Jatinangor ini.

Padahal kita tau, standar kecantikan setiap wanita itu bisa banyak, mulai dari segi kepribadian, kepintaran, dan lain sebagainya, tidak hanya sebatas memiliki badan langsing dan berkulit putih.

Pendapat mahasiswi tadi ada benarnya juga. Dilansir dari Kumparan.com, salah seorang penggagas akun kampus cantik pernah pula memberi pernyataan. Dia mengakui, pemilihan foto untuk diunggah di akun Unpad Geulis merupakan tanggung jawabnya dari segala rekomendasi yang masuk, meski sering kali ada beberapa mahasiswi yang meminta foto dirinya untuk dinaikkan. Kata si penggagas admin ini kemudian, “Ada mahasiswi yang merekomendasikan dirinya sendiri berkali-kali, padahal sebenernya, maaf ya ini, dia nggak sesuai standar mahasiwi yang kita upload di Unpad Geulis.”

Kalian lihat? Belum apa-apa, akun dengan embel embel cantik ini telah membatasi standar cantik bagi perempuan di kalangannya mereka sendiri.

 

Kedua

Standar cantik bagi followers akun cantik-cantikan yang kadang tidak sesuai dengan admin pun berbalik menjadi senjata makan tuan, dilengkapi dengan komentar netizen maha benar yang menyebalkan: komentar-komentar tak pakai otak dan seringnya merendahkan sang pemilik foto yang diunggah pada akun cantik tersebut.

Memang benar, media sosial sekarang ini bisa menjadi racun yang lebih jahat daripada racun sesungguhnya yang dicampur ke minuman orang seperti di sinetron-sinetron. Kalau nggak percaya, coba sesekali amati kolom komentar di foto-foto mahasiswi yang kecantikannya dianggap ‘B aja’ oleh followers akun embel embel cantic tersebut.

Tak sedikit orang yang dengan santainya menulis, “Jelek”, bayar mahal pada admin akun cantik atau bahkan tuduhan tendensius yang menyebutkan bahwa perempuan yang fotonya dipajang pastilah sudah tidak perawan. Komentar jenis terakhir biasanya juga muncul dalam artikel-artikel di banyak media dengan judul yang tak kalah aneh, semacam: “Ini Dia 10 Mahasiswi Cantik UI yang Membuatmu Panas Dingin”.

Maksud saya perempuan yang bikin panas dingin itu maksudnya kayak gimana sih??? Perempuan yang menyebabkan cuaca silih berganti, gitu???

 

Ketiga

benarkah foto-foto mahasiswi yang naik di UI Cantik, UGM Cantik, Unpad Geulis, dan lain sebagainya itu sudah mendapatkan izin dari si pemilik foto?

Ada mahasiswi yang menginginkan foto dirinya masuk ke akun kampus cantik, tapi tak sedikit pula yang tak suka mendapati fotonya ada di feed akun tadi, karena faktor privasi yang mereka jaga agar foto mereka tidak disalah gunakan untuk hal yang berbagai macam. Dan, sejujurnya, ini bukanlah perkara bangga atau tidak bangga melihat foto diri sendiri mendapat banyak likes dan komentar di akun kampus cantik, tapi apa yang bisa terjadi setelah itu.

Mengunggah foto perempuan di akun UI Cantik, UGM Cantik, Unpad Geulis, dan lain sebagainya sesungguhnya sama dengan membuka jalan bagi orang lain untuk “mengganggu” perempuan tadi. Banyak di antara mereka mengeluhkan hal yang sama: angka followers membludak, seiring dengan masuknya chat dan DM asing dari orang yang tidak dikenal. Jika tidak dibalas, bukan tidak mungkin mereka dianggap sombong dan malah dicaci maki. Beberapa mahasiswi bahkan mengaku sampai menghapus akun LINE dan Instagram pribadinya hingga 3 atau 4 kali demi mendapatkan kembali privasinya.

Dan, sungguh, ini bukan jokes lucu yang bisa ditertawakan sembarangan.

Menjadi cantik memang suatu anugerah dari tuhan yang menyenangkan, apalagi kalau dipuji cantik oleh orang terdekat yang ingin kita banggakan setiap waktu. Tapi,  tolonglah, nggak perlu senorak itu dalam melihat perempuan sampai berlebihan menyapa dan mengganggu setiap waktu, atau mengancam privasinya dalam-dalam.

Baca juga artikel yang berkaitan disini.

banner 468x60
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »