banner 728x250
Film, Hobi  

Review Squid Game Serial Viral Besutan Netflix

Review Squid Game

Serial ‘Squid Game’ mengkritik latah manusia yang menganggap uang adalah segalanya lalu rentan bersikap egois.

banner 336x280

Penantian lebih dari setahun akibat pandemic covid akhirnya terbayar dengan menyenangkan kala Squid Game dirilis pada 17 September 2021 lalu. Dan tak perlu banyak waktu lama untuk membuat serial ini menjadi serial favorit yang paling banyak diperbincangkan kalayak ramai. Karena Netflix sendiri sudah menjadi platform besar dengan berbagai macam film yang layak disaingkan dengan film terkenal besutan Hollywood. Jujur sebenarnya tak perlu waktu lama buat saya untuk melahap sembilan episode serial Korea pengembangan Netflix tersebut.
Lewat Squid Game, Sutradara Hwang Dong-hyuk menyajikan pahit realitas kehidupan dalam bungkus yang begitu manis.

Squid Game secara garis besar mengisahkan 456 orang yang terlilit utang yang dengan jumlah yang beragam, disini mereka diberi kesempatan untuk melunasi hutang dan memiliki kehidupan yang lebih baik, di antara mereka ada Seong Gi-hoon (Lee Jung-jae), Cho Sang-woo (Park Hae-soo), dan Kang Sae-byeok (Jung Ho-yeon).

park hae soo
lee jung jae
Jung HO Yeon
park hae soo
lee jung jae
Jung HO Yeon
previous arrow
previous arrow
next arrow
next arrow
park hae soo
lee jung jae
Jung HO Yeon
previous arrow
next arrow

Mereka dijanjikan akan mendapatkan 45,6 miliar won jika menyelesaikan enam babak permainan. Namun mereka sama sekali tidak diberi petunjuk tentang apa yang akan dimainkan dengan alasan keadilan dan kesempatan yang sama bagi semua orang.

Dari garis besar cerita Squid Game tersebut mungkin membuat serial ini terbilang mirip dan bisa dibandingkan dengan sejumlah judul yang memiliki premis serupa, sebut saja As the Gods Will, serta serial yang juga garapan Netflex “Alice in Borderland”.

Namun faktanya, Sutradara Hwang Dong-hyuk mengatakan bahwa naskah Squid Game sudah ditulis sejak jauh hari yaitu pada tahun 2008 dan diselesaikan pada 2009. Serial yang tayang tahun ini disebut hasil dari naskah serta persiapan sejak 13 tahun lalu tersebut.

Naum jika kita bisa membandingkan dengan serial dengan alur serupa, Squid Game lebih mempunyai banyak faktor sehingga membuat alur ceritanya lebih ‘kaya’. Salah satunya adalah pembangunan karakter yang ciamik serta disuguhinya plot twist yang membuat kita selalu menanti nanti apa yang akan terjadi.

Squid Game sejak awal banyak menjelaskan situasi dan kondisi yang menyebabkan Ki-hoon, Sang-woo, dan 454 orang lainnya berada di lokasi permainan tersebut. Kisah para pemain juga terlihat lebih riil dan sangat mungkin terjadi di dunia nyata.

Terlilit utang, dikejar-kejar penagih utang, konflik rumah tangga, patriarki dalam keluarga membuat serial ini terasa lebih mudah terhubung dengan penonton banyak negara, termasuk di Indonesia.

Pada Serial ini juga di sajikan beragam sifat asli manusia ketika diperhadapkan dengan uang atau harta juga diperlihatkan lewat karakter para pemain: tamak, licik, mengorbankan yang lemah, dan menyelamatkan diri sendiri.

Belum lagi isu-isu sosial yang kerap diselipkan dalam serial-serial atau film Korea. Rasa kemanusiaan menjadi satu hal yang sering dipertanyakan dalam serial ini.

Isu perjudian lewat binatang hingga uang yang tidak selalu menjamin kebahagiaan seseorang turut dibahas dalam Squid Game.

Squid Game sendiri tak hanya sebatas serial yang menyajikan genre thriller, namun di lengkapi dengan memperkenalkan jenis-jenis permainan tradisional Korea yang ternyata familier dengan masyarakat Indonesia, seperti tarik tambang, benteng, serta gundu atau kelereng.

Selain jalan cerita dan permainan, tingkat detail Squid Game juga patut diacungi jempol. Hwang Dong-hyuk seolah tak hanya ingin membuat para pemain yang kembali ke masa kecil, tapi penonton juga harus bisa ikut bernostalgia.

Mulai dari celengan atau piggy bank beserta suara recehan koin di dalamnya, kemudian kotak bekal dengan menu makanan pada umumnya, serta jajanan-jajanan ketika kecil.

Terlebih lagi set yang benar-benar begitu memukau, seperti tangga warna-warni yang dilalui sebelum bermain gim, ‘kamar tidur’ para pemain, hingga lokasi permainan yang begitu indah.

Hwang Dong-hyuk menggunakan CGI seminimal mungkin dan memaksimalkan set fisik agar pemain benar-benar merasakan suasana permainan. Ia juga ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dengan memberikan warna cerah pada set tersebut.
Set yang begitu riil dan sinematografi yang begitu baik membuat mata penonton begitu dimanjakan di sepanjang sembilan episode Squid Game.

Walaupun memiliki banyak perbedaan, ada satu hal kesamaan mencolok antara Squid Game dan Alice in Borderland. Keduanya sama-sama memiliki satu episode yang membuat penonton bisa berlinang air mata saat menonton.
Selain soal proses produksi, kemampuan para bintang Squid Game benar-benar patut diacungi jempol, karena seperti yang kita ketahui bahwa serial ini ingin menampilkan scene yang terlihat nyata dengan penggunaan CGI seminimal mungkin.

Totalitas Para Pemain

Bermain sebagai Gi-hoon yang amat menyedihkan di awal cerita, Lee Jung-jae menampilkan akting luar biasa. Tak ada lagi sosoknya kala bermain drama Chief of Staff, atau film Along with the Gods, Assassination, dan banyak lainnya.

Sementara itu, rasa hangat kala menyaksikan Park Hae-soo di Prison Playbook berubah 180 derajat kala melihat aksinya sebagai Sang-woo dalam Squid Game.
Belum lagi aksi debut akting Jung Ho-yeon yang ternyata memukau. Maka wajar saja ia langsung menarik perhatian banyak penonton untuk mencari tahu lebih banyak soal dirinya.

Kemudian sederet pemeran pendukung dan kameo yang berhasil ikut mempermainkan emosi penonton meski tak punya banyak screen time, sebut saja Gong Yoo yang begitu menawan walau cuma muncul di dua episode.

Kehadiran singkat Lee Yoo-mi juga bisa begitu membekas. Belum lagi kehadiran seorang aktor papan atas lainnya yang bisa membuat penonton terkejut.

Meski begitu, ada sejumlah catatan kecil untuk serial ini. Salah satunya tampilan para elite yang dibuat begitu misterius. Permainan dan set yang fantastis sempat membuat ekspektasi melambung.

Sayangnya, tampilan mereka tidak ada yang spesial, tanpa kemampuan apapun. Tak ada yang mengejutkan. Kisah atau alasan mereka menjadi VIP pun tidak dijelaskan.

Ada beberapa hal juga yang terlihat menggantung atau dilepas begitu saja. Namun, hal itu saya lihat sebagai pintu untuk mengembangkan Squid Game ke musim kedua.
Secara garis besar, Squid Game merupakan serial yang bisa dengan mudah dinikmati penonton. Gelap kehidupan dan karakter manusia, serta aksi brutal dalam persaingan ditampilkan lewat warna-warni set dan scoring yang begitu ceria.

Bisa dibilang sembilan episode Squid Game yang terbilang singkat, juga bisa mengaduk-aduk perasaan penonton, mulai dari kesal, marah, kasihan, pilu, ketika melihat para pemain Termasuk ikut deg-degan ketika menyaksikan permainan berlangsung.

Ada Notes besar yang harus diingat.
Serial ini dikhususkan untuk dewasa karena menampilkan adegan kekerasan, seks, omongan kasar, serta bunuh diri. Untuk kalian yang sudah ingin cepat menonton serial ini, Sembilan episode Squid Game bisa ditonton di Netflix.

banner 468x60
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »